Ketika Hutang Tak Kunjung Dibayar,Kita Harus Bagaimana?

 Ketika Hutang Tak Kunjung Dibayar Kita Harus Bagaimana?

Berhutang adalah jalan pintas menyelesaikan masalah dengan masalah.Disatu sisi membantu kita mencukupi kebutuhan hidup,disisi lain menjadi masalah ketika hutang tak kunjung dilunasi.

Pada dasarnya ada 2 alasan orang tak melunasi hutangnya.Pertama,karena tak mampu.Bagi mereka hutang tetaplah yang harus dilunasi,tapi sampai jangka waktu pelunasan mereka belum dapat uang .Mereka tetap berkomitmen membayar hutang.

Alasan kedua karena tidak mau.Ini yang rumit.Tak ada itikad baik membayar hutang.Mereka suka menunda nunda dan mencari alasan untuk tidak melunasi hutang.Mereka justru bangga dengan predikat pengemplang hutang.Kecil kemungkinan mereka bakal melunasi hutangnya.

Ketika hutang tak kunjung dilunasi,tentu saja menimbulkan rasa kecewa dan juga sakit hati bagi si pemberi hutang.Mereka merasa tak dihargai.Ketika menagih mereka sering diperlakukan seperti peminta minta.Istilaj yang sering dikatakan orang "orang yang berutang sering lebih galak dari pada yang memberi hutang".

Ada 2 jalan yang bisa ditempuh menyikapi hutang yang tak juga dilunasi.Pertama dengan jalan kekerasan.Bisa dengan menyeret si pengutang ke meja hijau atau menyita barang atau aset mereka sebagai pengganti hutang hutangnya itu.Cara ini butuh nyali dan keberanian.Cara ini beresiko tinggi karena bisa saja si pengutang menyetang balik dan membahayakan yang menagih hutang.Dalam berbagai kejadian tak jarang cara yang begini berujung kekerasan dan tindak kriminal.Oleh karena itu jalan kekerasan ini tidak dianjurkan.

Cara kedua lebih kalem,anti kekerasan yakni dengan mengikhlaskan.Cara ini sebenarnya cukup berat juga diterapkan,karena si pemberi hutang pasti tetap mengharapkan uangnya kembali.Disini dibutuhkan kebesaran jiwa dan kelapangan hati.Meskipun secara materi kita dirugikan,tapi setidaknya kita bisa terhindar dari pertikain dengan orang lain.

Mengikhlaskan hutang bukan berarti kita lemah.Tapi ini justru menunjukkan bahwa kita pribadi yang kuat.Kuat menghadapi ujian hidup.Mengikhlaskan juga akan membuat jiwa lebih tenang,terhindar dari rasa memusuhi orang lain.Apalagi kalau kita renungkan lebih dalam lagi sebenarnya harta itu bukan milik kita,tapi milik Tuhan yang dipinjamkan pada kita,yang mana sewaktu waktu bisa saja diambilNya dan diberikan pada orang lain,salah satunya dengan jalan hutang yang tak dibayar itu.

Mengikhlaskan bukan berarti menyerah mendapatkan kembali harta kita.Kita bisa saja berdo'a kepada Tuhan semoga orang yang tak melunasi hutangnya pada kita itu segera dapat hidayah dan bersedia melunasi hutangnya.Tak ada salahnya mencoba cara ini.

Pada akhirnya yang kita butuhkan dalam hidup ini adalah hati yang tenang dan perasaan tentram.Dan melupakan segala kejahatan orang lain pada kita adalah salah satu jalan untuk mendapatkannya.Termasuk mengikhlaskan utang utang yang tak dibayat itu.Dan  berdo'a semoga uang kita yang dipakai orang lain itu dipergunakan untuk hal hal bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SETELAH MENGIKHLASKAN UTANG YANG TAK DILUNASI,APALAGI YANG PERLU DILAKUKAN ?

Lionel Messi,Copa America dan Arti Kesuksesan

Antara Perasaan Tenang dan Kisah Tiga Orang Pedagang Celana Eceran