Antara Perasaan Tenang dan Kisah Tiga Orang Pedagang Celana Eceran


Foto dari akun IG @elprovechoso

Tiga orang pedagang celana eceran berdagang berdampingan di sebuah los pasar tradisional.Mereka menjual sebuah barang yang sama,celana pendek pria dewasa ukuran selutut.Harganya murah,cuma 40 ribu saja.

Bahannya tebal seperti celana jins,jahitannya kuat.Tapi sayang kalau dicuci luntur terus.Karena diwantek instan.Warnanya gampang pudar.Dan setiap mencuci harus dipisah dengan cucian lainnya.Repot memang.

Hal yang sering ditanyakan pembeli kepada penjualnya adalah "apakah celana ini warnanya gampang pudar sehingga terlihat tidak baru lagi dan apakah suka luntur ketika dicuci?".Ketiga pedagang itu punya jawaban berbeda dengan pertanyaan ini.

Pedagang pertama dengan mantap menjawab bahwa celana itu gak gampang pudar,awet warnanya dan dijamin tidak luntur."Kualitasnya dijamin" begitu sering ucapannya meyakinkan konsumen agar segera membeli.Padahal kenyataannya sangat bertolak belakang dengan kondisi sebenarnya.

Pedagang kedua jawabannya hampir sama dengan pedagang pertama bahwa celana itu berkualitas terbaik tanpa ada kekurangan.Cuma ada sedikit catatan bahwa sewaktu mencuci pertama kali akan sedikit luntur.Dan itu dianggap wajar untuk sebuah pakaian yang baru pertama kali dicuci.

Berbeda dengan kedua pedagang sebelumnya,pedagang ketiga malah bicara blak-blakan tentang kondisi sebenarnya dari celana itu.Bahwa celana itu gampang pudar dan mudah luntur.

Kenapa ketiga pedagang itu punya jawaban berbeda atas barang yang sama? Hal itu tidak aneh karena semua bergantung pada prinsip yang dipegang masing-masing mereka.

Bagi pedagang pertama yang dipikirkannya hanya satu yaitu dagangannya laris dan dapat untung.Perkara dirinya berbohong pada pembeli baginya dianggap lumrah.Karena terkadang jalan berbohong itu terpaksa harus dilakukan demi keuntungan pribadinya.Masalah orang lain merasa kecewa dan dirugikan itu adalah bukan urusannya,begitu prinsipnya.

Pedagang kedua juga punya prinsip sama dengan pedagang pertama .Fokus pada keuntungan pribadi tanpa peduli pada kekecewaam orang lain karena memberikan informasi yang tidak benar.

Namun demikian dirinya ingin memberikan kesan agak jujur dengan memberitahukan ada sedikit kekurangan dari kualitas barangnya.Hanya saja  informasi itu dijelaskan dengan tersamar.

Sedangkan pedagang ketiga justru tidak segan mengakui kekurangan dari dagangannya.Tak ada yang ditutup-tutupi.Kenapa ?

Jawabannya adalah dirinya tak ingin konsumen merasa kecewa dan tertipu karena menerima informasi yang tidak benar.Dirinya membawakan kepada dirinya bahwa betapa kecewanya dirinya ketika dibohongi orang lain.Jadi kalau dirinya tak mau dibohongi,berarti dia juga tak boleh berbohong pada orang lain.

Bagi seorang pedagang ada dua target yang mesti dipenuhi yakni memaksimalkan laba dan memberi kepuasan maksimal pada konsumen.Tidak mudah menjalankannya karena terkadang situasinya yang tidak mendukung.Seorang pedagang mau tak mau harus memilih salah satu diantaranya.

Seorang pedagang buah misalnya berada dalam dilema ketika buah dagangannya rasanya tidak manis.Bila mengatakan dagangannya tidak manis tentu tidak laku dan dia merugi.Bila berkata sebaliknya maka berarti dia telah berbohong.

Dan banyak situasi lainnya yang mengharuskan seorang pedagang untuk memilih berkata jujur dengan mengatakan dagangannya bukan kualitas nomor satu,tidak awet,produk lawas dan lain sebagainya.Atau berkata sebaliknya,memuji-muji dagangannya meski tak sesuai faktanya.

Bila fokus pada laba saja maka tentu seorang pedagang akan melakukan apa saja demi keuntungan.Termasuk dengan berbohong pada pembeli.Dirinya khawatir kalau berkata jujur maka keuntungannya tidak maksimal.

Sementara bila fokusnya demi kesenangan pembeli maka si pedagang harus siap untuk menerima kenyataan labanya tidak maksimal.Atau malah merugi.Tapi ada satu keuntungan yang didapatkannya bahwa dengan kejujurannya orang akan percaya dengan kata-katanya dan tidak mengumpat kecewa karena dirinya bicara apa adanya sesuai fakta.

Selain itu bagi pedagang yang memilih pilihan kedua ini akan merasa bersalah bila berbohong pada orang lain.Oleh karena itu dia berusaha selalu jujur agar perasaannya jadi tenang,terbebas dari rasa bersalah.

Perkara keuntungannya berdagang jadi tidak maksimal bukan masalah besar baginya.Karena prinsip yang dipegangnya adalah berkata jujur itu adalah segalanya dan tak bisa diukur dengan materi.Apalah artinya dapat uang banyak bila didapat dengan cara berbohong.

Bagi mereka memberi informasi yang benar itu adalah sebuah kewajiban dan bernilai ibadah disisi Tuhan.Sedangkan masalah rejeki itu adalah bonus dari kejujurannya itu.

Jadi,Anda tipe pedagang yang mana?Pertama,kedua,ketiga.Silakan pilih sesuai prinsip dan nilai yang Anda tanamkan pada diri masing-masing.(EL)

Yogyakarta,27 Juni 2021


Komentar

  1. memang menjadi pedagang tidak mudah ya

    satu sisi harus mengedepankan kejujuran, tapi ya harus dapat laba juga untuk pemasukan dia.
    Aku masih kepikiran kalau buah kan misal menuju udah mateng banget dan akan masa busuk juga makanan ada masa menuju kalau belum laku diapain ya...apakah dimakan dan dibagi bagi tetangga ya? makasih atas pandangannya..memberiku wawasan tentang profesi ini..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas kunjungannya Mba Gustyanita.
      Menurutku utk hal makanan sebaiknya dibagi2kan saja dr pada mubazir.Selain bisa bikin senang yg menerima jg menghindari mubazir.Toh nanti kalau sdh rusak akan dibuang juga.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

SETELAH MENGIKHLASKAN UTANG YANG TAK DILUNASI,APALAGI YANG PERLU DILAKUKAN ?

Lionel Messi,Copa America dan Arti Kesuksesan