Aku yang Sedang Menunggu Bulan Purnama

Foto akun instagram @elprovechoso
















Malam ini malam kelimabelas.Malam purnama.Malam yang spesial.Malam dimana bulan bersinar terang.

Bulan purnama memang istimewa.Bulan yang tercantik diantara saudara-saudaranya.Tak heran banyak wanita yang memakainya sebagai nama.Seperti nama Purnama Dewi dan Purnama Sari ,nama teman-teman masa kecilku semasa sekolah dulu.

Aku ingin sekali bertemu purnama malam ini.Hasratku membuncah.Aku membayangkan perjumpaan dengan purnama sebagai perjumpaan yang amat berarti bagiku.

Selepas Isya tepatnya jam 9 malam aku segera menuju teras rumah.Duduk di kursi plastik menghadap ke langit malam.Kedua mataku kubuka lebar-lebar.Aku tak sabar lagi ingin segera bertemu purnama.Barangkali saja dia datang sambil menari dan tersenyum manja padaku.

Satu jam,dua jam,tiga jam berlalu aku masih setia menunggu.Tak ada tanda-tanda purnama akan datang.Aku melirik arloji di tangan kiriku.Kedua jarumnya menunjukkan pukul 12 kurang seperempat.Berarti lima belas menit lagi sudah menuju tengah malam.Tapi kenapa purnama tak juga muncul juga ya ?

Kuputuskan menunggu sampai tengah malam.Mana tahu terjadi sesuatu yang memperlambat dirinya sampai di depanku.Sambil kedua bola mataku bergerak ke segala arah,mencari-cari.Barangkali purnama muncul dari arah yang tidak biasanya.

Tepat jam dua belas malam,saatnya pergantian hari,aku tetap tak menemukan purnama.Hanya gelap di langit dengan sedikit sinar bintang samar-samar.

Ada apakah gerangan? Apakah aku belum diizinkan bertemu purnama malam ini ? Kenapa ?Seribu tanya berkelebat di kepalaku.

Udara mulai terasa dingin.Jaket tipis yang kukenakan tak sanggup mengusir rasa dingin ini.Bulu romaku mulai berdiri.Tubuhku menggigil.Aku kemudian memutuskan masuk ke rumah.

Aku langsung menuju kamar.Merebahkan diri di atas sehelai tikar pandan.Sambil berbaring aku bergumam "Tuhan kenapa diriku tak bisa bertemu bulan purnama malam ini ?".

Tak lama berselang aku mulai terlelap.Berpindah dari alam sadar ke alam mimpi.Aku seperti melihat sinar terang berkelebatan di sekelilingku.

Aku seolah mendengar sesuatu."Ma'afkan aku hamba-Ku.Aku menghalangimu menyaksikan purnama malam ini.Aku telah mengirimkan gumpalan awan yang menghalangi sinar purnama sampai padamu ".

"Tapi jangan kau bersedih hati.Bukan maksudku hendak menghukum dirimu atau membuatmu menangis ".

"Aku hanya membuatmu sedikit penasaran.Aku hanya ingin kau lebih kuat dan lebih gigih berjuang dalam menggapai semua yang kau impikan".

"Dan pada saatnya nanti Aku pasti mempertemukanmu dengan purnama dengan cahayanya yang paling terang.Purnama pilihan yang hanya kuhadiahkan untukmu.Purnama yang membuatmu benar-benar senang luar biasa lebih dari yang kau bayangkan sekarang".

"Dirimu hanya perlu bersabar dan menunggu beberapa bulan saja sampai kau mendapatkan saat yang tepat untuk berjumpa sebagai hadiah dari-Ku."

"Kukuruyuuk" suara kokok ayam membangunkanku.Kulihat jam dinding baru menunjukkan jam 2 pagi.Tenggorokanku terasa kering.Akupun segera ke dapur mencari segelas air.

Aku kembali ke kamar.Duduk di tikar tempat aku tidur tadi.Tiba-tiba aku seperti mengingat sesuatu.Tentang suara gaib yang baru saja bicara panjang lebar padaku.

Oh,rupanya aku baru saja bermimpi.Kesedihanku yang belum bisa bersua purnama malam ini ternyata sampai terbawa mimpi.Aku bersedih.Ya aku cukup bersedih malam ini.

Aku mencoba mengingat dan merangkai apa-apa saja yang kualami di alam bawah sadarku tadi.Tentang suara-suara yang ingin mendamaikan hatiku.Suara siapakah itu ?Apakah suara Tuhan ? Aku bertanya pada diriku sendiri.

Aku tak tahu pasti.Tapi aku yakin bahwa Tuhan,zat yang Maha Penyayang pada hamba-Nya itu tak ingin membiarkanku terus bersedih.

Tapi sungguhpun demikian,seperti isyarat pada akhir mimpi,bahwa aku perlu sedikit gigih dan bersabar beberapa waktu agar bisa bertemu cahya purnama.Jawaban dari Tuhan yang membuat perasaanku lebih tenang dan damai.(EL)

Yogyakarta,26 Juni 2021



Komentar

Postingan populer dari blog ini

SETELAH MENGIKHLASKAN UTANG YANG TAK DILUNASI,APALAGI YANG PERLU DILAKUKAN ?

Lionel Messi,Copa America dan Arti Kesuksesan

Antara Perasaan Tenang dan Kisah Tiga Orang Pedagang Celana Eceran