Pedagang Makanan:Diantara Harapan dan Godaan
Foto dari akun IG @ elprovechoso
Bagi seorang muslim,menjadi pedagang makanan merupakan salah satu ikhtiar yang bisa dilakukan demi meraih kesuksesan dalam hidup.Tapi tak mudah dalam mengaplikasikannya.Banyak syarat yang harus dipenuhi.
Makanan yang enak,yang cocok di lidah banyak orang,dimasak dengan bahan halal,sehat dan tidak berdampak buruk bagi kesehatan orang lain merupakan syarat mutlak yang harus terpenuhi.
Dalam prakteknya ada sebagian orang mengabaikan prinsip-prinsip seperti diatas.Khususnya dalam hal kehalalan dan kebersihan makanan.Iming-iming keuntungan lebih banyak dan sikap menggampangkan pekerjaan menjadi penyebabnya.
Sebagai contoh menggunakan bahan yang tidak baik untuk kesehatan seperti pewarna atau pemanis sintetik,bahan makanan seperti sayuran yang tidak dicuci sebelum dimasak,membuat minuman dingin memakai es yang bahan pembuatnya air mentah.
Atau juga menjual makanan yang mulai rusak dan tak layak dikonsumsi.Serta mencampur unsur-unsur tak halal dalam makanan.Dan banyak lagi pelanggaran yang dilakukan.
Termasuk juga makanan yang tidak dijaga kebersihannya.Seperti karena dikerubungi hewan seperti semut dan lalat.Atau makanan yang kotor karena terjatuh di lantai.
Karena itu sebagai pedagang makanan kita perlu menjaga diri agar tidak terjebak pada hal-hal seperti itu.
Secara sederhana ada dua hal yang perlu dicamkan dalam hati agar tidak terjebak dalam praktek-praktek tidak benar dalam berdagang makanan.
Pertama memasang niat di hati bahwa berdagang makanan itu adalah bagian dari beribadah kepada ALLAH.Dengan cara ini kita tentu berusaha melakukan pekerjaan dengan cara sebaik-baiknya dan menghindari dari berbuat curang.Tak mungkin kan ibadah bercampur dengan perbuatan tidak baik.
Kedua kita perlu meniatkan di hati bahwa tujuan kita berdagang makanan untuk menolong orang-orang yang tak sempat masak agar tidak kelaparan.Dan sebagai sebuah pertolongan tentu kita akan memberikan sesuatu yang terbaik
Ketiga kita perlu bicara dengan diri kita sendiri sebelum makanan itu kita jual atau tawarkan pada orang lain.Apakah kita mau mengkonsumsi makanan seperti kondisi yang kita tawarkan.Jika kita tak mau atau menganggap tak layak,jangan coba-coba menawarkan pada orang lain.
Bagaimanapun juga kita tentu berharap hasil maksimal dari usaha kita.Yakni dagangan laris manis dan keuntungan berlimpah.Namun sebelum meraihnya kita juga perlu memikirkan beberapa aspek yang terkait dengannya agar diri kita tak melakukan sesuatu yang merugikan orang lain.(EL)
Yogyakarta,30 Juni 2021

kisah menarik.... setuju banget....
BalasHapus# bermanfaat..... thank you for sharing
terima kasih Mas Tanza atas kunjungannya....semoga kita bs selalu berbagi meski hanya sebuah cerita sederhana...ditunggu selalu kisah2nya dari Amrik....
Hapusterima kasih Mas Tanza atas kunjungannya....semoga kita bs selalu berbagi meski hanya sebuah cerita sederhana...ditunggu selalu kisah2nya dari Amrik....
HapusHave a nice day
Hapus