Hal Hal Yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Memberi Pinjaman Uang


 Foto dokumentasi pribadi

Memberi pinjaman uang itu perbuatan baik.Bahkan sangat dianjurkan.Karena bisa meringankan beban orang yang mengalami kesulitan keuangan.

Tapi perbuatan baik seperti ini tak jarang berujung tidak baik.Ini disebabkan ulah sebagian orang yang tak bertanggung jawab yang tak melunasi hutang-hutangnya sesuai perjanjian semula.Mereka suka menunda-nunda,mengulur-ulur waktu dan tak ada itikad baik bakal melunasinya.

Sedih dan kecewa tentunya berhadapan dengan orang-orang seperti ini.Apalagi pas kita membutuhkan uang yang kita pinjamkan dulu itu.Padahal ketika meminjam mereka bersikap manis dan sedikit memelas yang membuat hati terenyuh sehingga kita bela-belain menolong mereka meski uang kita tak banyak.Tapi giliran ditagih mereka berubah kasar dan galak  .

Oleh sebab itu sebelum kita memutuskan untuk meminjamkan uang pada seseorang ada beberapa hal yang perlu kita pertimbangkan.

Pertama,lihat dulu kondisi keuangan kita.Niat hati hendak meringankan beban orang lain tapi justru kita sendiri yang terjebak dalam kesulitan.

Seharusnya kita memastikan dulu bahwa kita memiliki dana yang cukup untuk segala keperluan diri dan keluarga kita sebelum memberi pinjaman pada orang lain.Sebab kita tak bisa memastikan orang yang kita pinjami akan mengembalikannya tepat waktu

Mari kita lihat ilustrasi berikut.

"Badu seorang karyawan dengan gaji 4 juta sebulan.Dari gaji itu Badu menyisihkan 500 ribu tiap bulannya untuk persiapan biaya persalinan istrinya.Saat ini tabungannya terkumpul 3,5 juta.Dua bulan lagi istrinya akan melahirkan.

Suatu hari sepupunya Banu yang seorang saudagar hasil bumi menelponnya.Sepupunya bermaksud meminjam uang 3 juta untuk mencukupi pembayaran pembelian motor seharga 22 juta untuk anaknya yang masih SMP.Banu berjanji bakal mengembalikannya dalam jangka sebulan.

Badu menyanggupinya dan segera mentransfer uangnya.Dalam pikirannya hanyalah untuk membantu saudaranya.Lagi pula sepupunya kan pedagang besar yang biasa memegang uang banyak.

Sebulan berlalu Banu tak bisa melunasi.Alasannya ada piutang yang belum ditagih.

Genap dua bulan saat istrinya Badu melahirkan, utang itu belum dibayar juga.Beberapa kali ditagih selalu dijawab dengan jawaban yang sama.Badu kalang kabut karena butuh biaya banyak untuk persalinan istrinya.Akhirnya kini giliran Badu yang meminjam uang pada temannya."

Dari ilustrasi diatas dapat kita tarik pelajaran bahwa amat beresiko ketika kita meminjami orang lain sementara dana yang kita punya cuma pas-pasan.Apalagi cuma modal kepercayaan dan orang yang dipinjami bersikap masa bodoh dengan kewajibannya melunasi utang.

Ada saatnya kita sedikit "tega" dan "tidak peduli" dengan orang lain dalam kondisi hidup kita juga pas-pasan.Apalagi kalau minjamnya dalam jumlah besar.Paling-paling kita dibilang pelit.Tapi itu lebih baik daripada kita susah sendiri nanti.

Kedua,untuk apa uang itu digunakan.

Adakalanya orang meminjam itu bukan untuk keperluan yang urgen dan mendesak seperti untuk biaya makan,untuk biaya berobat atau juga bayar SPP anak misalnya.Mereka pinjam uang untuk hal-hal yang bersifat kebutuhan sekunder seperti ponsel baru atau kendaraan baru.Cuma demi gengsi dan kemewahan.Seperti pada ilustrasi diatas minjam uang untuk beli motor anak yanh masih SMP.

Tak ada salahnya kita menolak meminjami mereka .Karena orang-orang yang selalu menuruti gengsi biasanya boros dan sulit untuk menabung.Alhasil kemungkinan mereka menunggak hutang cukup besar.

Ketiga,lihat rekam jejak orang yang meminjam.

Penting sekali mengetahui rekam jejak orang yang akan meminjam uang.Apakah ia orang yang tertib atau suka menyepelekan utang.Kalau sudah tahu belangnya ya gak usah dipinjami saja.Mungkin kita bisa bertanya pada teman,saudara atau siapa yang mengenalnya agar kita tidak dibikin susah dikemudian hari.

Keempat,perlu juga dipertimbangkan untuk membuat surat perjanjian.

Tidak ada salahnya kita membuat surat perjanjian utang piutang bermaterai yang ditandatangani kedua pihak. Terutama untuk utang dalam jumlah besar.Nantinya surat perjanjian itu bisa menjadi rujukan terhadap konsekuensi apa yang diterima pihak yang melanggar.Dengan adanya surat ini diharapkan pihak yang berutang tidak menyepelekan kewajibannya. melunasi hutang.

Berbuat baik itu penting.Meminjamkan uang pada orang yang membutuhkan adalah perbuatan baik.Tapi kita tetap hati-hati dan waspada terhadap tabiat buruk sebagian orang yang nantinya malah akan menyusahkan kita


Komentar

Postingan populer dari blog ini

SETELAH MENGIKHLASKAN UTANG YANG TAK DILUNASI,APALAGI YANG PERLU DILAKUKAN ?

Lionel Messi,Copa America dan Arti Kesuksesan

Antara Perasaan Tenang dan Kisah Tiga Orang Pedagang Celana Eceran