Pandemi Covid 19 dan Tugas Berat Ulama


 Foto dari akun Facebook Majelis Ulama Indonesia

Dalam hidup kita umat Islam tak bisa lepas dari peran para ulama.Sosok yang dianugerahi keluasan ilmu dan pemikiran.Dengan segala kelebihannya itu,maka mereka mengemban tugas mengayomi dan memberi tuntunan pada umat menuju kebaikan.Baik dalam masalah keagamaan maupun kehidupan sosial kemasyarakatan.

Para ulama tak ubahnya adalah ibu dan Bapak.Figur yang selalu mengasuh,mendidik dan memberi rasa nyaman bagi kita.Mereka selalu dirindukan,terutama pada saat-saat situasi yang kurang menyenangkan.

Ketika pandemi Covid 19 mulai menyerang dunia,maka para ulama ditantang untuk bisa memainkan perannya dalam mengayomi dan membimbing umat.Maklum musibah pandemi kali ini telah menimbulkan kesedihan dan kegelisahan umat dalam menjalani kehidupan.

Ada beberapa peran penting yang perlu dilakoni para ulama di masa pandemi ini.

1.Memberi perasaan tenang pada umat.

Serangan virus Corona ini telah menyebabkan orang terinfeksi dalam waktu singkat dan banyak diantaranya menimbulkan kematian.

Orang-orang dilanda kesedihan dan ketakutan.Banyak yang merasa depresi dan putus asa.

Disinilah pentingnya kehadiran ulama ke tengah-tengah umat sebagai pemberi perasaan tenang.Para ulama bisa menjelaskan bahwa serangan virus ini adalah ujian dari Tuhan bagi hamba-Nya yang beriman.Sebuah takdir yang mesti dijalani.

Karena itu umat perlu diajak untuk ikhlas menerima ini sebagai cobaan disertai dengan berdo'a memohon pertolongan Tuhan serta berikhtiar melepaskan diri dengan bekal ilmu yang dimiliki.

2.Memberi fatwa dan kepastian hukum.

Serangan virus Corona juga menimbulkan kebingungan bagi umat dalam beribadah dikarenakan beberapa kebiasaan baru selama pandemi ini berlangsung.Kebiasaan baru yang otomatis menjadi kebiasaan baru pula dalam beribadah.

Anjuran menghindari kerumunan misalnya menyebabkan ibadah wajib secara beramai-ramai di tempat ibadah tak bisa dilaksanakan.Masjid ditutup dan acara-acara pengajian ditiadakan.

Demikian juga beberapa kebiasaam baik lainnya seperti bersalaman dan saling berkunjung misalnya,terpaksa tak bisa dilakukan.

Maka untuk menghindari kebingungan umat dalam bersikap maka perlu fatwa-fatwa baru dari para ulama.Fatwa yang membolehkan umat untuk "melanggar" atau tidak melaksanakan sejumlah aturan wajib itu dikarenakan alasan darurat demi kebaikan bersama.

3.Mengajak menjalankan segala ikhtiar terbaik

Cara terbaik untuk keluar dari pandemi Covid 19 ini selain berdoa memohon pertolongan Tuhan adalah juga dengan menjalankan segala ikhtiar sesuai yang dianjurkan para ahli tentunya.

Anjuran menjaga kebersihan,menghindari kerumunan,menjaga jarak saat berinteraksi dengan orang lain,memakai masker dan melakukan vaksinasi adalah beberapa diantaranya.

Peran ulama disini adalah meneruskan pesan-pesan para ahli itu,dalam hal ini pesan para pakar kesehatan.Termasuk juga mematuhi peraturan pemerintah yang sudah melakukan berbagai upaya dalam memerangi wabah ini.

4.Meluruskan informasi-informasi yang menyesatkan.

Di era keterbukaan seperti sekarang ini setiap orang bisa dengan mudah menyebarkan informasi ke khalayak ramai.Namun sayang ada segelintir orang tak bertanggung jawab yang menyebarkan informasi tak benar yang menyesatkan banyak orang.Termasuk dalam masalah pandemi Covid 19 ini.

Untuk menanggulangi  keadaan yang seperti itu perlu kolaborasi para ulama dengan pihak-pihak berkompeten khususnya para ahli dan pengambil kebijakan guna meluruskan informasi dan berita yang tak benar itu.Ulama perlu maju ke garis depan guna menangkal virus kebohongan itu tidak ikut merasuk dalam pikiran umat.

Tugas-tugas yang disebutkan diatas perlu dijalankan para ulama secara utuh dan beriringan.Agar tidak menimbulkan dampak yang merugikan kehidupan umat dan juga para ulama itu sendiri.

Banyak jalan yang bisa ditempuh dalam melaksanakannya.Bisa lewat mimbar seperti yang lazim mereka lakukan.Bisa juga dengan tampil sebagai pemangku kebijakan dengan menjadi pejabat atau tokoh masyarakat.Atau juga lewat cuitan di media sosial.

Dan kita,sebagai umat yang mencintai para ulama mari kita bantu para ulama itu dengan mendengarkan dan mematuhi fatwa dan nasihat yang mereka sampaikan.Bukan sibuk berdebat dan membantah yang terkadang kita sendiri tak faham konteks yang diperdebatkan.(EL)

Yogyakarta,20 Juli 2021


Komentar

Postingan populer dari blog ini

SETELAH MENGIKHLASKAN UTANG YANG TAK DILUNASI,APALAGI YANG PERLU DILAKUKAN ?

Lionel Messi,Copa America dan Arti Kesuksesan

Antara Perasaan Tenang dan Kisah Tiga Orang Pedagang Celana Eceran